Studi Kasus
Optimasi Rantai Pasok via Sea Freight
Lihat bagaimana brand manufaktur dan retail menggunakan layanan Sea Freight Adi Pragata untuk menstabilkan ketersediaan stok, mengurangi risiko kehabisan barang, dan menekan biaya logistik.

Challenge
- 1Kesulitan menjaga ketersediaan stok impor secara stabil sekaligus mengendalikan biaya logistik.
- 2Pengiriman impor rutin belum dikelola dengan strategi moda dan volume yang efisien.
- 3Ketidakkonsistenan jadwal kedatangan meningkatkan risiko stock-out dan gangguan produksi.
- 4Ketergantungan pada pengiriman udara menyebabkan biaya logistik tinggi dan menurunkan efisiensi rantai pasok.
Solution
- 1Optimalisasi Sea Freight (FCL & LCL), mengalihkan pengiriman impor rutin dari udara ke Sea Freight, menggunakan FCL untuk volume besar dan LCL untuk kebutuhan fleksibel, sehingga biaya logistik dapat ditekan tanpa mengganggu kontinuitas pasokan.
- 2Perencanaan Pengiriman Impor Rutin yang Terstruktur, menyusun jadwal pengiriman impor yang konsisten dan terukur untuk menjaga ketersediaan stok serta mengurangi risiko stock-out.
- 3Optimasi Rute dan Transit Time, mengoptimalkan rute pelayaran dan waktu transit agar estimasi kedatangan lebih akurat dan proses produksi dapat direncanakan dengan lebih baik.
- 4Tracking Real-Time End-to-End, menyediakan visibilitas penuh terhadap seluruh shipment impor untuk pemantauan status pengiriman secara akurat dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.
Hasil & Dampak
85%
Penurunan Risiko Stock-Out
Stabilitas pasokan meningkat melalui penjadwalan impor yang konsisten.
35%
Penghematan Biaya Logistik
Dibandingkan penggunaan pengiriman udara untuk impor rutin.
92%
Tingkat Kepuasan Pelanggan
Didorong oleh pengiriman yang lebih konsisten dan dapat diprediksi.
“Sea Freight Adi Pragata membantu kami menstabilkan supply chain dan mengurangi biaya logistik secara signifikan. Strategi FCL dan LCL yang mereka rekomendasikan sangat cocok dengan kebutuhan operasional kami.”
Sarah Johnson, Logistics Manager
Global Electronics Corp

